Kulat Bantilung atau Kulat Suhung

oleh

Kulat Suhung yang baru saja dipetik dari gundukan dedaunan.

Kulat Suhung yang baru saja dipetik dari gundukan dedaunan.

Musim hujan tiba, saatnya makan Kulat Bantilung atawa Kulat Suhung. Jamur ini salah satu anugerah kelestarian Kalimantan. Waktu kecil, saya sering mencari tumbuhan ini di sebelah rumah nenek. Sibak-sibak dedaunan di bawah pohon-pohon, di situlah ia bersarang.

Cara memakannya, cukup direbus saja dengan bawang  dan garam. Teksturnya kenyal. Masakan juga bisa dimodifikasi misalnya dengan tumis, namun tentu sudah berkurang aroma dan rasa aslinya.

Sekarang, jamur ini masih kerap ditemukan. Kalau dijual harganya lumayan karena koloninya yang berjumlah banyak hanya terdapat di daerah tertentu saja, misalnya hutan. Kalaupun sedang musim, menemukan jamur ini tidak seperti hendak mencari bayam atau kacang panjang di pasar. Orang tertentu saja yang jual dan pasti jadi rebutan pembeli.

Sumber foto: Grup Info Online Sampit