Kue Lapat, Kudapan Banjar-Sampit

oleh

Wadai/Kue Lapat yang dibalut daun Nipah.

Wadai/Kue Lapat yang dibalut daun Nipah.

Jumlah penduduk dari keturunan Banjar, memengaruhi ragam kuliner di Kota Sampit, salah satunya kudapan ini. Namanya Lapat, terbuat dari letan, santan, dan kacang merah.

Lapat yang satu ini dibalut dengan daun Nipah. Berbeda dengan jenis lapat lainnya, isinya sama namun dibalut dengan daun pandan besar, memberikan aroma khas. Sangat mudah menemukan camilan ini di pasar tradisional, kecuali Lapat pandan.

Jikalau tergiur saat melihatnya atau ditawari seseorang, sebaiknya Anda memakannya. Menurut kepercayaan setempat, unsur ketan di dalam makanan ini mengandung pamali yang besar. Jika menolak mencicipi, Anda bisa terkena sial seperti kecelakaan atau luka. Pamali ini disebut “kapuhunan”.

Kalau kenyang atau sedang tidak selera, makan secuil atau sentuh saja sedikit lalu lekatkan jari tersebut ke bibir. Cara lainnya, bisa dengan mengigit jari manis pada tangan kanan. Pecah pamali ini disebut “pose”.