LIMPASU, SI ASAM BERMANFAAT

oleh

Limpasu 1_low

Buah limpasu yang telah matang.

Jadi ini yang namanya asam limpasu alias Baccaurea Lanceolata. Buah tersebut saya temukan saat berkunjung ke rumah pemahat Sampit, Bapak Haitami di Kecamatan Mentaya Seberang. Ada macam-macam sebutannya seperti lempaung, langsat hutan, lingsu, dan sebagainya. Tumbuhan khas Borneo ini juga terdapat di Thailand, Malaysia, Brunei, Sumatera, dan Jawa Timur.

Saya pun mencicip sedikit buah limpasu. Uma aiiiii masamnya, cocok untuk mengiris lambung. Namun di balik itu, vegetasi hutan hujan primer maupun sekunder ini kaya manfaat.

Bagian dalam buah limpasu.

Bagian dalam buah limpasu.

Dalam penelitian Mahani Lim (2011) dari Universiti Malaysia Sabah disebutkan, limpasu merupakan antioksidan (anti-radikal bebas). Semakin matang, semakin berkurang Vitamin C di dalamnya. Buah tersebut juga mengandung karbohidrat tinggi.

Bahan Makanan
Dalam konteks perkotaan Sampit, dulu, limpasu kerap jadi sumber rasa masam pada Juhu Ansem (masakan tradisional). Saat itu, mereka yang sekarang berusia 50-an ke atas masih muda. Jalan-jalan darat pun baru dirintis dan perdagangan di kawasan Sampit tidak sepesat sekarang. Waktu itu, asam Jawa masih sulit ditemukan.

Obat Mengigil
Masyarakat Kalimantan menggunakan limpasu sebagai obat meriang. Bagian ini direbus kemudian airnya digunakan untuk mandi.

Kosmetik
Dengan kandungan air dan nutrisi kulit yang tinggi, limpasu menjadi rahasia kecantikan Kalimantan. Bagian dalamnya digunakan untuk merawat wajah.

Pohon buah limpasu di halaman belakang rumah Bapak Haitami.

Pohon buah limpasu di halaman belakang rumah Bapak Haitami.

Pembeku Karet
Alih-alih memakai bahan kimia, ekstrak limpasu bisa jadi koagulan lateks yang aman. Meski bukan pembeku terbaik, asam limpasu tidak berbahaya bagi tumbuhan karet dan petaninya alias lebih ramah lingkungan. Bahan ini juga tidak mengubah warna karet. Koagulan alami tersebut merupakan pilihan ekonomis serta membuat bahan olah karet lebih awet.

Leonard Julian Purnomo, dkk (2014) dalam Jurnal Teknologi Agro-Industri mengungkapkan karet yang dibekukan dengan limpasu mengalami penggumpalan sempurna. Warnanya pun putih kekuningan.

Namun, setelah tiga hari, warna menjadi kuning hingga kecoklatan pada hari ke 6 – 7. Teksturnya pun berbintik-bintik dan bergelembung. Sementara, berdasarkan Standar Nasional Indonesia, karet bermutu tinggi memiliki permukaan yang seragam, tidak ada gelembung, tidak mulur, kokoh, dan tidak kotor.

Harapan Lestari
Tumbuhan lokal semakin tergusur oleh perubahan lahan baik pembangunan maupun perkebunan. Kini, banyak buah-buahan yang hanya bisa diceritakan oleh para orang tua.

Bapak Haitami beserta isteri. Beliau merupakan pemahat Sampit. Nama beliau telah tersebar di berbagai media massa regional maupn nasional. Karya beliau dalam melestarikan budaya tradisional sudah sampai ke luar negeri.

Bapak Haitami beserta isteri. Beliau merupakan pemahat Sampit. Namanya telah tersebar di berbagai media massa regional maupun nasional. Karya beliau dalam melestarikan budaya tradisional sudah sampai ke luar negeri.

Apa yang dilakukan Bapak Haitami dapat kita jadikan contoh. Beliau melestarikan salah satu tanaman khas itu di halaman rumahnya. Selain menambah keasrian, generasi mendatang tidak perlu jauh-jauh untuk melihat kekayaan alam Kalimantan.