Dami

oleh

Ada satu makanan yang selalu membuat saya kangen dengan Sampit, rasanya gurih dan klop dimakan bareng nasi. Namanya dami.

Kulit Tiwadak

Dami, atau mandai,  adalah makanan yang dibuat dari kulit “tiwadak”. Apa itu tiwadak? Mungkin kamu kenal dengan bahasa Indonesianya, yakni cempedak (latin: Artocarpus campeden). Spesies yang mirip nangka ini tidak hanya daging buahnya yang bisa dimakan, kulitnya juga nikmat untuk dikonsumsi. Kulit tiwadak inilah yang kemudian menjadi dami. Jika daging buah biasa dimakan sebagai cemilan gorengan, nah, kulit tiwadak biasa dikonsumsi sebagai pendamping makanan berat, layaknya sayur.

Buah tiwadak
Buah tiwadak

Untuk membuat dami pertama-tama kulit tiwadak dibersihkan hingga menjadi putih dengan membuang kulit bagian luar yang berwarna hijau. Setelah itu kulit tiwadak yang telah bersih direndam di air garam selama setengah jam, barulah kemudian dami digoreng hingga kecokelatan.

Kulit dami yang telah bersih
Kulit dami yang telah dibersihkan

Selain sajian sederhana seperti ini dami juga bisa disajikan dengan tambahan bumbu lain. Bahkan beberapa menu dami diolah dengan tepung renyah dan bumbu habang (bumbu merah khas kalimantan).

Gurih

Dami memiliki rasa yang gurih dan buttery. Rasanya bikin nagih dan menambah selera makan. Teksturnya mirip daging, karena itulah ada yang memberi guyonan dami itu singkatan dari “daging miskin.”

Dami yang telah digoreng
Dami yang telah digoreng

Jarang

Sayangnya karena buah tiwadak adalah buah musiman maka dami tidak bisa dikonsumsi setiap saat. Biasanya buah dami tumbuh bersamaan dengan musim buah durian.

 

Bagaimana? Dami bisa jadi menu anda untuk hari ini. Apakah anda punya cara penyajian yang berbeda saat mengkonsumsi dami? Berikan pendapat anda pada komentar di bawah ya!