Sasagon, Camilan Nostalgia

oleh

Makanan kecilnya siapa ini hayo? Di Sampit, sasagon namanya. Jaman saya kecil pernah eksis, sekarang sungguh susah memperolehnya.

Saya temukan lagi jajanan ini di pasar malam Rabu, area Mentawa Baru Hilir, setahun yang lalu. Saat kembali lagi ke tempat yang sama, September 2015, camilan nostalgia tersebut sudah tidak ada. Kabarnya, masih ada yang jual di kawasan ikan, Pasar Keramat.

Sasagon

Sasagon

Sasagon merefleksikan potensi alam Kotawaringin Timur yang pernah jaya, yaitu perkebunan kelapa. Sampai-sampai ada desa namanya Jaya Kelapa. Kini, kehadirannya makin tergerus oleh sawit.

Dulu, sasagon dibalut kertas minyak warna warni bahkan kertas buku tulis, ada bekas tulisan pula. Di atasnya selalu ada rumbai-rumbai. Bentuk kemasannya bulat panjang. Sekarang, sasagon dibungkus kertas kado bergambar.

Cabut saja rumbainya, curahkan sasagon ke mulut kita. Waktu saya kecil, tepi bungkus sering kena air liur. Habisnya, kena bibir sih.

Bagaimana rasanya? Hummmmm khas aroma kelapa goreng dengan sentuhan manis yang lumer. Di lidah, terasa parutan kelapa berpadu tepung beras dan butir gula pasir.

Sayang ya, kuliner Sampit satu ini hampir ditelan jaman. Akankah ada inovasi supaya sasagon menyatu dengan modernisasi.