Pentol

oleh

Pentol adalah olahan makanan yang terbuat dari daging, dicampur dengan tepung tapioka, dibentuk bulat, kemudian direbus. Penyajiannya seperti bakso tanpa kuah. Pentol umum dihidangkan dengan saus manis, pedas, atau kacang. Cara menyantap pentol menggunakan stik bambu sebagai alat tusuk, kemudian dicelupkan ke saus yang diinginkan.

Pentol

Pentol ditusuk

Pedagang pentol menggunakan gerobak khusus untuk menjual jajanan ini. Biasanya penjual juga menjual tahu sebagai variasi pendamping. Tahu yang dijual berupa tahu goreng yang kemudian dikukus maupun yang diberi tambahan adonan pentol di pinggirnya. Dulu saat saya masih SD (tahun 2000-an) harga pentol masih berkisar Rp 100 hingga Rp 1000 per butirnya. Kini harga pentol berkisar Rp 1000 hingga Rp 2000.

Pedagang pentol
Membeli pentol bisa dibeli dengan ditusuk kemudian dicelup sendiri

Pedagang pentol
Pedagang pentol di malam hari

Bagi anda yang ingin menyicipi rasa khas dari pentol para pedagagangnya bisa ditemui di pasar tradisional, taman kota, di depan sekolah, atau di acara-acara rakyat. Namun bagi anda yang berada di rumah anda bisa mendapati pedagang pentol saat sedang lewat. Sebagai ciri khusus, pedagang pentol selalu menggunakan klakson yang dipencet dengan tangan. Untuk memanggil pedagang ini agar berhenti kita cukup berteriak “PAMAN PENTOOL.”

Oh ya, satu hal lagi, karena pentol dimakan dengan menggunakan tusuk bambu, tusuknya jangan dibuang sembarangan ya! Selamat mementol!