Bekolotokan : Wisata Air yang Menyenangkan di Sampit

oleh

Mungkin cukup asing bagi sebagian orang dengan kata ‘bekolotokan’.  Yah, bekolotakan berasal dari kata dasar kelotok yang berasal dari bahasa banjar.  Dalam bahasa Indonesia kita kerap mengenalnya dengan perahu kecil.

Kota Sampit merupakan salah satu kota yang memiliki sungai yang cukup besar.  Bahkan sungai ini merupakan salah satu jalur transportasi yang kerap di gunakan oleh masyarakat saat akan melakukan perjalanan ke pulau Jawa (Surabaya dan Semarang).  Ya, sungai Mentaya memiliki pelabuhan sendiri yang kerap mengangkut bahan-bahan makanan dan lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kelotok sendiri merupakan moda transportasi yang digunakan masyarakat kota Sampit untuk menyeberangi desa tetangga yang di pisahkan oleh Sungai Mentaya.  Selain menjadi alat transportasi bagi warga kota Sampit.  Kelotok juga sebenarnya dapat menjadi salah satu wisata air bagi kota Sampit.  Banyak masyarakat yang hanya sekadar menyewa kelotok untuk berkeliling melihat suasana pinggiran sungai Mentaya.  Kelotok tersebut menggunakan bahan bakar solar sebagai motor penggeraknya.

Tarif yang dikenakan berbagai macam, tergantung keahlian menawar dari kita masing-masing kepada nakhoda kelotok tersebut.  Kami menyarankan jika ingin menaiki kelotok sebaiknya mengajak teman-teman, tujuannya agar mendapatkan discount harga penyewaan kelotok. Tarif dihitung dengan melihat jumlah penumpang yang diangkut dan lamanya perjalanan atau jauhnya jarak yang ditempuh.  Waktu sore hari merupakan waktu yang paling tepat untuk menikmati suasana berwisata kelotok ini.  Ya, bekelotakan di Sungai Mentaya merupakan alternatif wisata pilihan bagi kalian yang mengunjungi kota ini.

 

 

***

<

***