Di Mana Bisa Membeli Batik Sampit?

oleh

Selamat Hari Batik!

Kabupaten Kotawaringin Timur juga punya batik yang sedang naik daun. Batik tersebut digemari baik masyarakat lokal maupun luar pulau. Bagi Anda yang ingin punya batik khas Sampit atau Kotim, bisa diperoleh dengan mudah.

Galeri Batik Kotim

Galeri Batik Kotim (dok. ksdc 2015)

Galeri Batik Kotim (dok. ksdc 2015)

Adalah ibu Dwi Asih, pemilik Galeri Batik Kotawaringin Timur sekaligus pakaian adat. Bersama anak-anaknya, ibu Dwi Asih mengembangkan berbagai motif Batik Kotim. Pihak galeri tersebut bahkan belajar mengenai batik sampai ke Pulau Jawa.

Pembeli tidak hanya dari dalam kota Sampit tapi sampai ke luar pulau. Koleksi galeri ini bahkan pernah dibawa ke pameran di Jerman.

Peminatnya pun dari berbagai kalangan. Kepada kotasampit.com ibu Dwi Asih mengungkapkan, beberapa pejabat bahkan selalu update dan membeli motif baru Batik Kotim (dok ksdc. tahun 2015).

Galeri yang beralamat di Jalan R.A. Kartini No.10 tersebut memegang hak jual resmi dari pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Berbagai Motif Khas

Anda bisa menemukan berbagai motif khas Kotim dengan macam-macam jenis kain. Ada motif Ikan Jelawat, Anggrek Tewu, Kembang Karamunting, dan tentunya Gayung Birang.

Ada juga motif batang garing yang dipadukan dengan motif khas Kotim. Batang garing merupakan pohon kehidupan bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

Ikan Jelawat merupakan ikon Sampit yang patung raksasanya juga bisa dikunjungi di area Pelabuhan Sampit. Anggrek tebu atau tewu dalam bahasa Dayak, merupakan vegetasi yang tumbuh di pedalaman hutan Kalimantan.  Kembang karamunting merupakan tumbuhan liar yang bisa jadi obat herbal.

picture2

Salah satu motif Ikan Jelawat di Galeri Batik Kotim (dok. ksdc 2015)

Motif Karamunting dan Gayung Birang di Galeri Batik Kotim (dok. ksdc 2015)

Motif Karamunting dan Gayung Birang di Galeri Batik Kotim (dok. ksdc 2015)

Filosofi

Motif gayung birang merupakan simbol kekayaan alam Kabupaten Kotawaringin Timur. Pada motif ini tersirat kejayaan Bumi Habaring Hurung.

Anggrek Tewu jadi representasi kehidupan masyarakat lokal karena bisa hidup di mana saja dan tidak menjadi benalu. Bunga-bunganya menambah keindahan bagi sekitar.

Salah satu motif Gayung Birang di Galeri Batik Kotim (dok. ksdc 2015)

Salah satu motif Gayung Birang di Galeri Batik Kotim (dok. ksdc 2015)

Salah satu motif Anggrek Tewu di Galeri Batik Kotim (dok. ksdc 2015)

Salah satu motif Anggrek Tewu di Galeri Batik Kotim (dok. ksdc 2015)

Harga Terjangkau

Ada banyak pilihan warna di galeri tersebut. Satu kain bisa diolah menjadi satu baju untuk orang dewasa. Harganya mulai dari Rp 170 ribu rupiah.

NB: Dokumentasi tahun 2015 yang baru saja dipublikasikan — jewer reporternya :v