Krenyes Sungai dalam Iwak Saluang Goreng

oleh

Well, perantau mana yang tidak merindukan ikan kriuk-kriuk ini? Renyahnya, ‘kres’-nya saat dikunyah, aroma yang memanjakan hidung, cita rasa sungai yang memanjakan lidah. Anda akan gemas saat melihat ikan-ikan kecil ini baru selesai digoreng.

Orang Sampit mana yang tidak paham dengan ikan ini, iwak saluang. Salah satu cara memakannya ialah digoreng, cara lain bisa direbus atau dibuat gangan bersama sayuran dan santan. Anggaplah ada sambal hampalam atau kuini (sejenis mangga) yang berpadu dengan terasi. Bah, mantap makan siang hari bersama nasi panas dengan lauk ini.

dsc03088

Iwak saluang goreng menggiurkan.

Setiap melihat iwak saluang, saya teringat masa lalu di mana masih tinggal di dekat Sungai Mentaya. Waktu kecil, saya sering diajak acil (bibi) saya mencuci atau mandi di sungai. Pun juga iwak saluang membangkitkan kenangan dengan saudara dan sepupu-sepupu saya di masa lalu. Dahulu, saya sering diambilkan iwak saluang  hidup, fresh dari Sungai Mentaya.

Caranya, tinggal meludah maka sekumpulan iwak saluang akan merubung, lalu ambillah mereka dengan gayung, masukkan ke dalam plastik gula. Sungguh masih ‘sehat’ Sungai Mentaya pada masa itu. Apakah yang seperti masih ada sampai sekarang? Entah lah, yang jelas sungai kita semakin tercemar oleh yah… rahasia umum.

Sekarang, produk iwak saluang semakin disentuh era. Ia tak hanya bisa ditemukan di warung-warung makan yang harus cepat dihabiskan. Kini, ia terbungkus dalam kemasan juga toples dan terpajang di toko oleh-oleh. Sebut lah toko Istana Jelawat.

Namun, makan iwak saluang  yang telah dikemas dan fresh from the oven alias penggorengan tentu berbeda. Nah, kalau mau makan yang lebih segar bisa mampir ke warung atau rumah makan, sebut lah Rumah Makan Pelangi. Kalau mau yang lebih segar lagi, mari goreng sendiri hehehehe.

Ikan Saluang bisa diperoleh di pasar tradisional, tentu kalau stoknya sedang ada, tapi bukan barang langka sih. Harganya sekitar 30 ribu sekilo, biasanya sudah dibersihkan.

dsc03082

Iwak saluang sudah dibersihkan.

Bumbu yang paling umum sederhana saja. Ulek kunyit secukupnya dan bawang putih secukupnya, plus garam secukupnya, bagi yang suka micin silakan ditambah secukupnya. Harap maklum dengan kata ‘secukupnya’ ini. Ikan Saluang tinggal dibaluri dengan bumbu lalu goreng dalam minyak panas (tentu minyak panas). Dengan cara goreng semacam ini, rasa asli iwak saluang tetap terasa.

Well, selamat bernostalgia, selamat menikmati, selamat ‘cak iyuyy pose-pose halimbada’ :v