Segar Manis Acar Umbut Kelapa ala Sampit dan Sekitarnya

oleh

Acar umbut kelapa, menu yang saya rindukan saat datang ke kondangan. Dimakan dengan masakan daging, ayam, atau telur. Namun, kini acar itu tidak mesti ada di setiap resepsi wilayah kota.

Acar umbut nyiur alias kelapa masih setia di wilayah sekitar Kota Sampit. Sebut lah area Samuda, Handil, dan seterusnya. Daerah tersebut merupakan pusat perkebunan kelapa sampai ada desa namanya Jaya Kelapa.

Umbut adalah bagian batang tumbuhan yang masih muda. Kalau pohon kelapa, bagian ini ada di ujung atas, diselimuti pelepah-pelepahnya. Kalau mau kawinan, ada beberapa pohon yang ditebang untuk mengambil umbutnya.

Umbut nyiur/kelapa yang akan dipotong kecil-kecil tipis

Umbut nyiur/kelapa yang akan dipotong kecil-kecil tipis (Dok. kotasampit.com)

Umbut berwarna putih. Bisa dimakan walau belum dimasak. Hummmm rasanya manis renyah. Ada bintik-bintik tanda serat-serat batang yang terpotong. Ada juga daun-daun kelapa yang masih sangat muda, warnanya putih, bisa dimakan juga. Lebih lemah dari tulang rawan. Namun, bagian daun ini tidak dipakai untuk acar.

Nah, umbut lalu dipotong kecil-kecil, tipis-tipis. Setelah itu, dicuci dan direndam dalam air bersih agar tidak jadi merah. Kemudian, umbut tersebut ditiriskan, lalu diberi garam, gula, potongan bawang merah mentah, cabai segar (kalau mau), dan cuka secukupnya. Semua bahan harus diaduk lalu dibiarkan selama 5 sampai 6 jam.

Acara umbut siap dilahap. (Dok. kotasampit.com)

Acara umbut siap dilahap. (Dok. kotasampit.com)

Alamaaakkkk rasanya segar. Kalau saya ke kondangan dan menemukan menu ini, dijamin saya ambil acarnya lebih banyak daripada lauk.

Sekilas info, versi acar umbut tidak hanya kelapa. Ada juga yang pakai umbut rumbia. Kini ada pula umbut sawit.