Sayur Bunga Tigaron

oleh

Selain bunga kunyit, ada juga bunga tigaron yang jadi makanan khas Sampit. Bagaimana rasanya?

Asinan Tigaron

Tigaron Bejarok (Asinan Tigaron)

Bunga ini bukan dimakan mentahnya. Setelah dipetik, buang daun-daun yang besar dan tua, sisakan satu dua lembar daun yang paling muda saja atau sesuai selera.

Cuci bunga tigaron yang masih mentah lalu siram dengan air panas. Tambahkan garam, lalu tutup rapat.  Setelah didiamkan sekitar satu jam tigaron sudah bisa dimakan, tapi rasanya lebih sedap kalau ditutup dulu sehari semalam.

Di Sampit, asinan tigaron disebut “tigaron bejaruk” (Bahasa Banjar). Sayur ini juga terkenal di Kalimantan Selatan.

Rame Rasanya

Jarukan tigaron rasanya pahit tapi tidak sepahit pare rebus. Bagi yang belum terbiasa mungkin kaget dengan rasanya ya, apalagi tigaron yang baru disiram air panas.

Semakin lama direndam dalam air garam, rasa pahit tigaron makin berkurang. Ada sensai renyah saat mengunyah makanan khas Sampit ini. Juga ada semacam sensasi cekit-cekit, semacam pedas sedikit. Ada juga rasa asam.

Cara Makan Bunga Tigaron

Kuah jarukan tigaron biasanya dibuang. Jadi yang dimakan bunganya saja. Jarukan tigaron jadi pendamping makan nasi bersama lauk dan dicolek sambal.

Cara makannya, ambil sejumput bunga tigaron, gabungkan dengan nasi dan lauk, lalu kunyah bersamaan. Saat dikunyah, perpaduan renyah tigaron, manis nasi, gurih lauk dan sambal bakal tak terlupakan.

Varian Masakan Tigaron

Jarukan tigaron juga bisa ditambahkan ke dalam masakan lainnya seperti gangan belamak (sayur santan). Tapi bakal merusak rasa kalau ditambahkan ke gangan asam (sayur asem).

Sayur Musiman

Bunga Tigaron

Tigaron (Crataeva Adansonii) merupakan  tumbuhan lahan basah, pohonnya besar. Bunga tigaron hanya muncul saat musim hujan. Kalau sudah musimnya, pohon tigaron berbunga sangat lebat.

Sayangnya pohon tigaron di Sampit sekarang semakin langka, apalagi di kawasan perkotaan. Kalau sedang musim pun, orang yang jual tidak banyak.