Orientasi Sungai sebagai Penunjuk Arah di Sampit

oleh

Sebenarnya orientasi sungai tidak hanya ada di Sampit tapi di Kalimantan pada umumnya. Kalau di Sampit, ada empat arah penjuru yang biasa digunakan, yaitu darat, laut, ulu, ilir. Keempatnya bisa bermakna beda tergantung posisi sungai.

Arah Darat

Di Sampit, kata ‘darat’ tidak selalu berarti barat. Tergantung di mana posisi sungai di tempat kita berada saat itu.

Misal, kebetulan sungai ada di sebelah timur maka darat berarti barat. But, kalau sungai ada di sebelah barat maka darat berarti timur. Simpelnya, darat artinya daratan.

Arah Laut

Well, jadi laut yang dimaksud bukannya laut lepas berwarna biru. Laut biasanya berarti sungai yang airnya notabene warna cokelat.

Ke arah laut berarti ke arah sungai. Lalu, bagaimana kalau ada lebih dari satu sungai di sekitar kita?

Acuannya adalah sungai yang paling besar. Kalau di perkotaan Sampit dan sekitarnya, yang diacu adalah Sungai Mentaya.

Arah Ulu dan Ilir

Ulu berarti hulu sungai, yaitu tempat sungai berasal. Ilir merujuk pada arah sungai bermuara (hilir). Jadi, ilir tidak selalu berarti selatan.

So, bagi yang baru saja sampai di Sampit dan bertemu orang lokal, jangan heran dengan orientasi arah ini. Darat, laut, ulu, dan ilir adalah bahasa Banjar yang sering dipakai di Sampit.

Ada juga orientasi arah dengan bahasa Dayak, baca di Arah Mata Angin dalam Bahasa Dayak Sampit.

Baca juga: Di Sampit Pakai Bahasa Apa?

  • Mehter Yasir

    Ada buaya nya?

    • Ummu Rahayu

      Banyak, apalagi buaya darat.