Tradisi Tabur Beras di Kepala Bayi

oleh

Well gaes, ada satu tradisi unik yang selalu dilakukan para orang tua di Sampit, yaitu tabur beras di kepala bayi. Setiap ada bayi yang baru pertama kali datang ke rumah, mereka akan menahan agar bayi itu jangan masuk rumah dulu karena mereka akan mengambil beras dan minyak kelapa atau minyak rambut lalu menaburnya di ubun-ubun si bayi.

Menggosokkan Minyak ke Ubun-Ubun Bayi

Sambil menabur beras, tuan rumah mengucap, “Kuuuuuurr semangat-nya”, dan ungkapan labelling lainnya seperti “beiman, betuah, murah rejeki”.

Menabur Beras di Ubun-Ubun Bayi Sambil Mengucap Kur Semangat

Budaya Sampit ini dilakukan untuk memuliakan si bayi gaes. Bagi masyarakat Dayak dan Banjar, beras merupakan benda berharga dan mulia.

Arti Kur Semangat

Kur semangat (semenget) berarti menggugah atau memanggil jiwa/roh yang ada dalam diri bayi. Kata-kata labelling diucapkan sebagai doa agar si bayi menjadi orang yang beriman (beiman), selalu diliputi keberuntungan (betuah), dan dilimpahi rejeki yang banyak (murah rejeki).

Arti Simbol Beras

Dalam masyarakat Dayak, beras merupakan benda berharga dan mulia. Ada mantera khusus saat beras ini jatuh (terbuang).

Bagi masyarakat Dayak, beras merupakan perantara manusia dengan Tuhan. Beras dipercaya dapat menyampaikan permohonan kepada Sang Pencipta.