Nostalgia Jusan Jalan Nanas

oleh

Helo gaes, anak Sampit generasi 90-an yang suka keluyuran habis pulang sekolah pasti tahu tempat ini. Jusan Jalan Nanas adalah sebuah kawasan penjual jus buah sepanjang sisi kiri dan kanan Jalan Nanas II Sampit. Area ini berdekatan dengan MAN dan MTS.

Tempat Nongkrong Favorit

Sebelum era kafe dan mall seperti sekarang, jusan jadi pusat nongkrong anak muda Sampit. Kalau sudah jam pulang sekolah, bakal banyak anak berseragam dengan motor berjejer-jejer di pinggir Jalan Nanas II.

Mayoritas sih berseragam putih abu-abu. Biasanya jarang ada anak yang berseragam biru tua kecuali dia memang anak-anak “populer” di sekolahnya. Tidak hanya MAN dan MTS, anak-anak dari sekolah lain juga sering mampir ke kawasan ini.

Suasana Jusan Jalan Nanas

Dulu, sepanjang sisi kiri dan kanan Jalan Nanas II dipenuhi warung-warung jus. Di depannya ada berbagai etalase yang diisi buah-buahan, digantungi minuman sachet, snack, dan gorengan.

Tempat duduk umumnya di halaman rumah penduduk yang notabene luas-luas. Mejanya sederhana saja dirakit dari kayu seadanya, ditutupi dengan tikar plastik.

Bangkunya pun bangku plastik saja. Ada juga area lesehan. Biasanya ada tenda-tenda spanduk untuk menghalangi panas matahari.

Tempat Kumpul Geng

Dengan siapa lagi mereka ke jusan kalau bukan dengan teman-teman dekat. Mereka yang ke jusan biasanya satu geng. Kalau sudah jam pulang sekolah berisik lah area itu.

Tempat Pacaran

Cikiwiiwww jusan jadi lahan strategis buat pedekate dengan anak dari sekolah lain. Tempat ini juga asik buat pacaran. Berhubung, jaman itu belum banyak opsi tempat kencan.

Rasa Jus Murah Meriah

Minuman yang dijual memang pas dengan kantong anak sekolahan jaman itu. Harganya seribu dua ribu saja satu gelas.

Tapi ya namanya ada mutu ada harga kalo kata Trinity (Naked Traveler), isinya bisa dibilang 10% buah, 10% gula, 80% es batu dan air plus susu.

Jus buah yang dijual umumnya nanas, mangga, apel, melon, dan semangka. Ada juga minuman lain seperti Pop Ice dan kopi-kopian. Camilannya biasanya gorengan seperti tahu isi, tempe, bakwan, pisang goreng, dan perkedel.

Jusan Mulai Redup

Seingat saya ketika era Facebook baru dimulai, area jusan masih ramai. Tahun ke tahun popularitasnya makin redup. Warung jus satu per satu tutup. Nampaknya ini bukan soal gadget atau internet.

Bisa dibilang karena area jusan sudah tergantikan oleh berbagai tempat rekreasi di Kota Sampit, apalagi dengan menjamurnya kafe seperti sekarang.

Jusan Masih Eksis

Sampai sekarang area jusan Jalan Nanas masih ada kok tapi tidak sebanyak dulu dan tidak seramai dulu. Menu yang dijual juga masih tetap jus, kadang gorengan, dan berbagai minuman sachet.

Peminatnya beragam, tidak hanya anak sekolahan. Ada juga usia 20 – 30-an yang nongkrong di situ. Mungkin sambil mengingat masa lalu.

Temukan wajah Kota Sampit jaman dulu di Nostalgia Sampit.