Mengenang Toko Soen

Adakah dari kita yang baru tahu kalau Toko Soen sudah tutup? Tutup permanen! Ada tulisan “DIJUAL” di depan toko legendaris ini.

Tapi kita boleh percaya banyak orang akan selalu ingat dengan Toko Soen karena kehadirannya telah menjadi ikon toko serba ada di Kota Sampit. Mulai generasi orang tua saya, generasi 60-an, sampai generasi saya, generasi 90-an.

Generasi 2000an mungkin tidak begitu akrab dengan toko ini karena mereka sudah masuk ke jaman cafe dan mall di Sampit. Bagi mereka, Toko Soen cukup jadul, tapi bagi generasi sebelumnya toko ini begitu ikonik.

Pelopor Pertokoan Sampit

Berlokasi di Jalan Rahadi Usman, Toko Soen begitu lekat di ingatatan generasi 60-an. Bagi mereka, toko ini jadi penanda waktu transisi Sampit memasuki era pertokoan serba ada.

Karena begitu Toko Soen berdiri, toko-toko lainnya bertumbuhan, termasuk Rejeki Swalayan. Mungkin, seperti tumbuhnya café di Sampit sekarang ya.

Orientasi Tempat

Sampai generasi 90-an, Toko Soen jadi acuan orientasi tempat. Misal jika ingin menjelaskan posisi sebuah toko di Jalan Rahadi Usman, maka toko itu berada di sebelah mananya Toko Soen. Sebegitu terkenalnya toko ini bagi Orang Sampit.

Bangunan yang Tidak Berubah Sampai Sekarang

Rupanya, bentuk Toko Soen dari dulu sampai tutup sekarang ya tetap begitu. Tidak berubah. Toko yang begitu vintage.

Bangunan ini tampak sangat Chinese yang tak lepas dari sejarah perkembangan Kota Sampit. Memasukinya seperti berada di Toko Oen, Kota Malang, entah kenapa, tapi dengan suasana yang sempit dan lebih tertutup.

Ubin yang dipakai pun masih ubin jaman dulu. Ubin batu yang memperlihatkan campuran batu di dalamnya.

Sebagian lantai di Toko Soen masih kayu. Jadi begitu kita menginjaknya terdengar suara khas lantai kayu dari sebuah ruangan sempit berdinding tembok.

Google Street View, Desember 2018

Toko Serba Ada untuk Semua Umur dan Kebutuhan

Dulu, orang kalau mau belanja ingat Toko Soen karena serba ada dan barangnya berkualitas. Dulu toko ini menyediakan baju dengan bahan yang bagus-bagus.

Saya ingat waktu SD, kalau mau belanja, pertama saya cek di Toko Soen, kalau tidak ada baru ke toko lain. Misal mau beli parfum, susu, kosmetik, deodoran, bahkan bahan tugas kerajinan tangan dari sekolah seperti macam-macam pita, daun palsu, putik bunga.

Kalau mau belanja lebaran pun tujuannya ya ke Toko Soen, karena toko ini menyediakan berbagai kue lebaran yang lengkap dan enak. Pada era-nya, menjelang lebaran, antrian kasir pasti mengular.

Tahun 2000an, toko ini jadi favorit remaja untuk beli boneka. Dipajang di etalase depannya. Remaja cewek beli untuk dirinya sendiri, remaja cowok beli untuk gebetan atau pacar.

Toko Soen tampak depan, via Google Street View, Desember 2018. Dulu, meja kasirnya sampai 4 slot.

Salah satu kontibutor kotasampit.com, Doddy Rakhmat misalnya, terkenang dengan kebiasannya beli kue di Toko Soen. Dulu, toko ini menyediakan berbagai kue basah modern dan tradisional.

Jadi kalau mau jenguk orang sakit, biasanya mampir Toko Soen, karena toko ini menyediakan roti yang sudah diiris-iris. Ada roti manis dan roti tawar.

Ada lagi salah satu warga sampit, Ichwan Aditya, mengenang Toko Soen sebagai tempat favorit membeli benang layangan. Waktu kecil saya pun sering beli mainan di situ dari Game Board sampai patung berseri. Kalau Giri Prahasta, teringat sering beli Tamagochi di Toko Soen.

Pun sampai akhir, Toko Soen masih menyediakan bahan dan perlengkapan membuat kue. Dulu, kalau mau cari pewarna makanan, mentega putih,  spuit, bungkus nasi, kotak kue, ya perginya ke Toko Soen.

Makin Redupnya Toko Soen

Sejak kapan ya Toko Soen redup? Yang saya ingat ketika tumbuh Indomaret dan Alfamart. Toko ini seperti kehilangan pamor. Kalah dengan toko modern yang karyawannya ramah-ramah, sedangkan karyawan Toko Soen, ehem jutek-jutek. Setidaknya begitu menurut preferensi belanja saya.

Masuk Toko Soen pun tidak nyaman lagi karena sudah banyak toko yang tempatnya lebih nyaman.  Suasananya begitu sempit, redup, dan jadul. Sementara toko lain terasa luas dan cahayanya terang.

Dokumentasi kotasampit.com, Maret 2020

Tak menampik, adanya biaya parkir motor di Toko Soen membuat kita berpikir lebih baik ke swalayan lain yang mayoritas parkirnya gratisan. Bayangkan jika kita masuk Toko Soen lalu tak menemukan barang yang kita cari tapi kita harus bayar parkir.

Itu beberapa faktor dari sudut pandang pelanggan, tapi entah ya kalau ada faktor lain.

Toko Soen Akan Selalu Terkenang

Melihat dari sisi ikoniknya, Toko Soen akan selalu dikenang oleh generasi 60-an sampai 90-an. Toko ini mungkin juga akan terus jadi penanda tempat seperti Bundaran Favo Sampit dan jadi penanda perubahan era ekonomi Kota Mentaya.

Toko Soen pernah mengantarkan Sampit pada era pertokoan serba ada dan melepaskannya pada era pertokoan versi mall dan franchise.

About the author

Freelance writer genre fiksi dan nonfiksi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: