Pucuk Jawaw Tumbuk

Kali ini kotasampit.com bahas kuliner khas Dayak yang populer di Sampit. Kalau ditanya masak apa ini, biasanya orang Sampit menjawab : masak kunjuy batumbuk, pucuk kunjuy, atau jawaw batumbuk.

Tidak ada nama khusus. Belum pernah dengar ada yang menyebut nama aslinya seperti kalumpe, karuang, sungkai, dst seperti di daerah lain.

Kunjuy artinya singkong dalam bahasa Banjar versi Sampit, jawaw atau jawau juga sama artinya dalam bahasa Dayak Ngaju atau bahasa Mentaya. Dalam konteks ini bukan umbinya yang dimaksud tapi daunnya.

Batumbuk artinya ditumbuk. Jadi, daun singkongnya, ditumbuk dulu menggunakan lesung sehingga menghasilkan air dan serat halus daun yang menambah cita rasa kuahnya.

Bagi yang penasaran, kuliner khas Sampit ini banyak ditemukan di rumah makan atau warung-warung kecil yang menjual masakan.

Resep Daun Singkong Tumbuk

Di Sampit, daun singkong tumbuk umumnya dimasak dengan undang papai alias ebi. Caranya semacam membuat gangan belamak, menggunakan santan dan bumbu halus.  

Bumbu halus khusus pucuk jawaw tumbuk terbuat dari ulekan bawang merah, bawang putih, sedikit asam jawa, cabe kering atau cabe biasa, terasi, garam, penyedap rasa, dan lebih mantap ditambah serai.

Pertama, tumis bumbu halus, setelah harum masukkan daun singkong yang sudah ditumbuk (tanpa direbus dulu).

Setelah daun singkong layu, masukkan santan lalu didihkan, kemudian masukkan ebi yang sudah bersih. Jangan lupa koreksi rasa.

Hasilnya, hummmmm sedap gurih aroma ebi bercampur kuatnya aroma daun singkong.  Kuliner Sampit ini enaknya ditemani ikan bakar. Ikannya lebih mantap kalau ikan sungai. Gimana? Lapar?

About the author

Freelance writer genre fiksi dan nonfiksi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: