Tradisi Kue Jembatan Cinta di Sampit

Well, gaes, entah kenapa, dari dulu hingga sekarang selalu ada kue jembatan cinta di acara kawinan Sampit dan sekitarnya. Sejak kecil (tahun 90an), ane selalu menemukan kue ini di resepsi pernikahan. Kue jembatan jadi simbol lembaran baru yang akan dijalani pasangan pengantin.

Kue jembatan cinta

Cara Membuat Kue Jembatan Cinta

Kue jembatan cinta adalah istilah yang ane buat sendiri. Kue ini berupa wadai klemben (bahasa lokal) alias kue bolu (bahasa Nasional) yang sebenarnya berbentuk bulat dengan lubang di tengahnya. Kue tersebut lalu dipotong dua, salah satunya dibuat berdiri sehingga membentuk jembatan.

Selain Kue Pengantin, Kue Jembatan Cinta Jadi Hidangan Wajib

Kue ini kemudian dihias dengan krim mentega yang diberi pewarna. Kadang juga diberi bunga-bunga palsu atau permen yang menyerupai mutiara. Untungnya nggak ada kunci gembok seperti jembatan-jembatan cinta di dunia ya.

Lambang Transisi Kehidupan

Jembatan bermakna sebuah transisi kehidupan yang berarti setelah proses pernikahan ini, mempelai melangkah ke fase kehidupan selanjutnya dan menjalaninya bersama-sama.

Hidangan Setelah Proses Arakan Pengantin

Ini bukan kue utama pengantin. Wadai jembatan cinta akan keluar setelah prosesi arakan pengantin yang digelar siang hari (habis zuhur).

Selain kue jembatan cinta dan kue hias, biasanya ada puding, diletakkan di depan pengantin.

Setelah diarak, pengantin masuk kembali ke rumah lalu duduk lesehan di tengah tamu. Di depan mereka, terhidang kue-kue hias, termasuk kue jembatan cinta dan nasi bawang goreng.

Biasanya, kue jembatan cinta bukan kue yang dipotong untuk prosesi suap-suapan. Prosesi ini akan ane bahas di artikel terpisah.

Kue Jembatan Cinta Dulu dan Kini

Dulu, waktu kecil, ane selalu menemukan kue ini di acara pernikahan. But, sekarang, untuk di area perkotaan, kue tersebut tidak banyak dipakai, sebagaimana proses arakan pengantin yang komplit juga sudah jarang ada. Untungnya, kue jembatan cinta masih eksis di sekitar Kota Sampit misalnya Samuda dan Seranau.

About the author

Freelance writer genre fiksi dan nonfiksi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: