Sayur Rambusa

Well, anak Sampit 90-an yang kecilnya suka keluyuran di tanah pasti tahu buah rambusa alias buah ermot alias buah keremot. Belum banyak yang tahu nih kalau daunya bisa dijadikan sayur atau gangan.

Konon, orang tua jaman dulu sering makan sayur rambusa. Sekarang masih ada nggak yang makan kuliner Sampit ini ya?

Daun rambusa berbulu-bulu seperti daun labu ya. Gimana kah rasanya?

Begitu dicuci daunnya berbusa karena getah

Jadi sayur rambusa bisa dimasak seperti sayur bening biasa. Cukup direbus dengan irisan bawang putih bawang merah, tambah garam atau penyedap rasa. But, kali ini saya juga pakai kulat bantilung.

Sayur Rambusa Kulat Bantilung

Kalau kita bandingkan dengan bayam, aroma daun rambusa lebih kuat, hampir sama dengan kuatnya aroma sayur bening sawi.

Rasa daunnya begitu terasa gaes. Sedikit pahit, samar rasa sepat. Pahitnya seperti makan pandan mentah (pernah nggak tuh?).

Saya sarankan jangan masak dengan batangnya karena keras gaes, susah dikunyah. Baiknya makan daun yang sangat muda saja, lumayan kenyal.

Sayur rambusa mudah didapat, tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman ini tumbuh  liar menjalar-jalar di semak. Sebelas dua belas dengan kelakai, sayur gratis tersedia di alam.

Baca Juga: Buah Ermot

About the author

Freelance writer genre fiksi dan nonfiksi.

Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: