Larangan Membawa Ayam Panggang di Perjalanan

Sebelumnya kotasampit.com pernah bahas Larangan Membawa Telur Saat Perjalanan Jauh di Sampit, kali ini kita akan fokus  pada larangan membawa ayam panggang.

Well gaes, sejatinya kata orang tua dulu tidak boleh membawa makanan yang dipanggang dalam perjalanan jauh di Sampit dan sekitarnya, khususnya malam hari. Perjalanan jauh di sini maksudnya di luar kota ya.

Menggugah Selera Orang Gaib

Adapun makanan panggang ini bisa berupa ayam atau ikan bakar, bahkan terong bakar. Konon katanya, makanan yang dibakar berbau harum bagi makhluk-mahkluk gaib sehingga menimbulkan keinginan mereka untuk menganggu manusia.

Masyarakat Sampit percaya bahwa makhluk gaib sangat menyukai makanan itu. Mereka seperti ingin mencicipi juga.

Gangguan Gaib

Kalau kita tidak memberi makanan itu pada mereka, akan timbul kesialan dari ringan sampai berat. Kesialan ringan misalnya kendaraan kita mogok tanpa tahu sebabnya atau ban bocor.

Kesialan berat bisa berupa kecelakaan dari ringan sampai menimbulkan korban jiwa. Tapi kalau tindak kriminal itu soal lain ya.

Spot Paling Berbahaya

Area paling sensitif adalah kawasan di sekitar Sungai Lenggana. Kalau arah ke Kabupaten Seruyan ada yang namanya wilayah Kalap (kampung gaib).

Di dua tempat itu lah paling sering terjadi gangguan perjalanan ketika pengendara membawa makanan terlarang. Mitos Sampit ini juga berlaku untuk perjalanan ke arah lain seperti ke Palangkaraya atau Pangkalanbun.

Cara Menghindari Gangguan Gaib

Ada dua cara agar terhindar dari gangguan gaib saat membawa makanan terlarang. Pertama, membawa daun sirih yang di-conteng kapur, diletakkan di wadah makanan tersebut. Conteng adalah garis kapur sirih berbentuk silang.

Kedua, bawalah seporsi khusus makanan tersebut dalam wadah lain. Lemparkan ke tanah saat berada di spot sensitif sambil mengatakan niat kita untuk memberikannya kepada makhluk gaib.

Cara kedua ini paling banyak dipakai, namun banyak juga yang baru melakukannya setelah muncul gangguan gaib.

Percaya atau Tidak

Percaya atau tidak tergantung keyakinan masing-masing. Banyak orang yang mengalami sendiri mitos tersebut.

Tapi juga banyak yang bilang dan mengalami sendiri bahwa selama kita yakin dan berdoa kepada Tuhan, gangguan gaib tidak akan terjadi.

About the author

Freelance writer genre fiksi dan nonfiksi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: