Bahasa Sampit Tidak Ada Sama Sekali

oleh

Dalam bahasa Indonesia kita mengenal “tidak ada” dan “tidak ada sama sekali”. Suku Dayak Mentaya juga punya istilah tersendiri untuk kedua frasa ini.

“Tidak ada” dalam bahasa Sampit adalah bareda. Bisa juga ditambah penekanan en menjadi bareda en.

En  di sini tidak ada artinya, tapi bermakna penekanan seperti “nggak ada tuh!”. Penambahan en sendiri tidak selalu bermakna kasar bisa juga lembut halus tergantung nada bicara orang yang menyampaikan.

Ada lagi kata hantalakada yang artinya “tidak ada sama sekali” dalam bahasa Sampit.  Contoh:

A: Tege lauk kuman lah? Ada kah lauk untuk makan?

B: Hantalakada. Tidak ada sama sekali.

*Artikel ini ditulis bekerja sama dengan penutur bahasa Sampit: H. Jumri.